Ringkasan Materi IDK

PERTEMUAN 1

MAKRO & MIKRO NUTRIENT

Terdapat 6 kelompok zat gizi yaitu :

  • Karbohidrat, Lemak, Protein (makro nutrient)
  • Vitamin, Mineral dan Air (mikro nutrient)

Pengelompokan zat gizi :

Peran Zat Gizi Fungsi

 

Zat Tenaga KH, Lemak, Protein Beraktivitas
Zat Pembangun Protein membentuk, menyusun, memperbaiki,

mempertahankan

 

Zat Pengatur Vit, Mineral, Air mengatur

 

Uraian masing-masing zat gizi :

  1. Karbohidrat
  • Tersusun dari unsur C, H, O
  • Sumber energi utama
  • 1 gr KH hasilkan 4 kalori

Pengelompokan KH :

  1. Monosakarida (gula sederhana)

Td glukosa (pada sayuran dan buah), fruktosa  (madu), galaktosa (pencernaan laktosa : susu)

  1. Disakarida (2 mol monosakarida)

Td Sukrosa (mgdg sukrosa + fruktosa), maltosa ( glukosa+glukosa) dan laktosa

  1. Polisakarida

Ada 3 jenis : pati, glikogen, serat/selulosa

Efek Karbohidrat bagi kesehatan :

– Sumber energi utama

– Berperan dalam metabolisme lemak

– Sumber glikogen

  1. Protein
  • Tersusun atas C, H, O, N
  • Komponen terbesar setelah air
  • Ada 2 jenis : essensial dan non essensial
  • Diabsorbsi dalam bentuk asam amino
  • 1 gr protein menghasilkan 4 kalori

Efek  Protein bagi kesehatan :

  1. Zat pembangun : membentuk jaringan baru, pertumbuhan rambut dan kuku, penunjang mekanis (kolagen)
  2. Zat pengatur : mengatur proses pencernaan, antibodi, mengatur pengangkutan nutrien
  3. Zat tenaga

 

  1. Lemak
  • Tersusun atas C, H, O
  • Dalam metabolisme hasilkan asam lemak dan gliserol
  • Ada 2 asam lemak : essensial dan non essensial
  • 1 gr protein menghasilkan 9 kalori

 

Efek  Lemak  bagi kesehatan :

  1. Penghasil energi dan asam lemak essensial
  2. Pembangun dan pembentuk struktur tubuh
  3. Pelindung kehilangan panas tubuh
  4. Pelarut vitamin A, D, E, K

 

  1. Vitamin
  • Senyawa organik kompleks yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah sedikit
  • Tidak dapat disintesa tubuh
  • Jenis : vit larut lemak A, D, E, K , vit larut air : B, B2, B6, B12, C, niacin, asam pentatonat, biotin
  • Penting untuk proses pertumbuhan , mempertahankan kesehatan, proses metabolisme normal

Efek vitamin bagi kesehatan :

  • Vit A :
    • Fungsi : pembentukan tulang dan jaringan, meningkatkan ketajaman penglihatan, meningkatkan kekebalan tubuh, pertumbuhan dan reproduksi
    • Sumber : minyak ikan, hati ayam, wortel, bayam, daging sapi, ikan
  • Vit B2
    • Fungsi : membantu pembentukan eritrosit,enzim tiroid, fungsi syaraf
    • Sumber : keju, hati, telur, susu, daging, sayuran hijau
  • Vit B12
    • Fungsi : menjaga sel-sel saluran cerna, sistem urat syaraf, sumsum tulang belakang, membentuk sel darah merah, sintesa nukleoprotein
    • Sumber : produk hewani dan hasil fermentasi
  • Asam folat
    • Fungsi : proses pembentukan sel darah merah dan penting dalam tum- bang
    • Sumber : sayuran hijau dan buah

 

  • Vit C
    • Fungsi : pembentukan jaringan ikat, membantu perkembangan sel, proteksi demam, membantu penyerapan Fe
    • Sumber : jeruk, tomat, mangga, pepaya, kol, bayam, daun pepaya, daun singkong
  • Vit D
    • Fungsi : Pertumbuhan serta pemeliharaan tulang dan gigi, absorbsi Ca dari usus, cegah Ricketsia, osteoporosis, hiperkalsemia, mengendalikan keseimbangan mineral dalam tubuh
    • Sumber : ultraviolet, ikan, susu, kuning telur, sarden, margarin, mentega
  • Vit E
    • Fungsi : antioksidan alamiah, melindungi jantung, membantu pertumbuhan sel rambut dan kulit, membantu proses reproduksi
    • Sumber : kecambah, biji-bijian, sayuran hijau, telur, hati
  • Vit K
    • Fungsi : anti koagulan (pembentukan protrombin), mencegah terjadinya perdarahan luka
    • Sumber :, sayuran hijau, hati

 

  1. Mineral
  • Senyawa organik yang berperan penting dalam tubuh
  • Unsur selain C, H, O, N
  • Tidak dapat disentesa tubuh
  • Ada 2 :
  • Makro mineral (Ca, Na, K, Cl, P,

Mg, S

  • Mikro mineral (Fe, I, Mn, Cu, Zn)

Fungsi mineral :

  • Zat pengatur
  • Bagian dari enzim, protein, hormon
  • Mengatur kontraksi otot
  • Konstituen tulang dan gigi
  • Mengendalikan komposisi cairan tubuh

Efek mineral bagi kesehatan :

  1. Ca

Fungsi :

  • Bersama P  membentuk matrik tulang
  • Memelihara otot dan syaraf agar berfungsi normal
  • Mencegah Ricketsia, hiperkalsemia, kerusakan tulang dan gigi
  • Membantu fungsi seksual dan keaktifan sperma

Sumber : susu, seafood, bayam, daun katuk, kacang-kacangan

  1. Phospor

Fungsi :

  • Pembentukan dan perkembangan tulang dan gigi
  • Mempertahankan keseimbangan cairan tubuh
  • Penting dalam pembelahan inti sel

Sumber : seafood, produk hewani

  1. Fe

Fungsi : produksi dan fungsi sel darah merah

Sumber : produk hewani dan sayuran hijau

  1. Zn

Fungsi :

Penting dalam berbagai enzim, karena berperan dalam sintesa protein baru, proses pertumbuhan tulang, meningkatkan absorbsi vitamin A

Sumber : ikan laut, kerang, daging, unggas, keju, susu

Difisiensi : menghambat pertumbuhan dan pergantian sel, memperlambat proses penyembuhan luka, menurunnya kekebalan tubuh

  1. Iodium

Fungsi : pembentukan hormon tiroksin untuk mencegah gondok, pembesaran sel-sel tubuh baik bentuk maupun jumlahnya

Sumber : seafood, sayuran

Difisiensi : gondok

  1. Air
  • Tubuh mengandung 60-70% air
  • Air sebagai dasar cairan intra dan ekstra seluler
  • Hilang dari tubuh melalui urin, feses, keringat, pernafasan
  • Tiap hari tubuh kehilangan sekitar 2,5 L

Fungsi :

  • Membantu proses pencernaan makanan
  • Mengangkut zat-zat gizi ke seluruh tubuh
  • Mengeluarkan sisa-sisa pencernaan makanan
  • Melumasi persendian
  • Mengurangi resiko batu ginjal

Jenis dan sumber air :

Air eksogen : air minum, air dalam bahan makanan

Air endogen : oksidasi berbagai nutrien dalam tubuh

 

PERTEMUAN 2

KEBUTUHAN DAN KECUKUPAN GIZI

Kebutuhan gizi :

Jumlah zat gizi minimal yang diperlukan seseorang untuk hidup sehat

Kecukupan gizi

Jumlah zat gizi yang diperlukan seseorang atau rata-rata kelompok orang agar hampir semua orang dapat hidup sehat

Untuk memenuhi kebutuhan zat gizi salah satu yang dibutuhkan adalah energi, energi bisa diperoleh dari : KH, Lemak, Protein

Penggunaan energi :

  1. Kerja internal (Energi Metabolisme Basal = EMB)

Mempertahankan hidup (tonus otot, pernafasan, denyut jantung)

  1. Kerja eksternal

Melakukan kegiatan/aktifitas fisik, digolongkan menjadi sangat ringan, ringan, sedang , berat

  1. Menutup pengaruh makanan (Spesific Dynamic Action=SDA)

Untuk mencerna/mengangkut makanan dalam tubuh, besar standart SDA = 10%

 

Kebutuhan energi =

EMB +Aktivitas Fisik+SDA

 

 

 

 

 

Pembagian komposisi zat gizi dalam menu  :

Kalori / hari     =                                  A kalori

Karbohidrat     =                                  60%(A Kal)

Protein             =                                  20%(A Kal)

Lemak             =                                  20%(A Kal)

 

PERTEMUAN 3

PENENTUAN STATUS GIZI & DASAR2 DIET KLINIS

Cara penentuan status gizi :

  1. Metode Broca

BBI = TB-100-10%(TB-100)

  1. Indeks Masa Tubuh (IMT)

IMT = BB/(TBxTB)

BB dalam Kg, TB dalam meter

Klasifikasi Nilai IMT

Kategori IMT
Rendah < 19,8
Normal 19,8 – 26
Tinggi 26 – 29
Obesitas > 29

Sumber : (Prawirohadjo, 2013)

Cara penilaian status gizi :

  1. Secara langsung : antropometri, klinis, biofisik, dan biokimia
  2. Secara Tidak langsung : survei konsumsi makanan, statistik vital dan faktor ekologi

Pasien dengan kondisi sakit :

  1. Kebutuhan gizi meningkat
    1. Panas tinggi
    2. Stress factor
    3. Dibutuhkan untuk penyembuhan
    4. Untuk perbaikan sel yang rusak
  2. Intake menurun
    1. Pasien dalam kecemasan
    2. Lemah
    3. Ada rasa sakit
    4. Suasana asing
    5. Menu tidak sesuai selera

Tujuan penataan diet pada orang sakit :

  1. Mencegah bertambah beratnya penyakit
  2. Mempersiapkan tindakan pengobatan
  3. Mempercepat proses penyembuhan
  4. Merupakan suatu terapi

Yang terlibat dalam menjaga status gizi pasien : dokter, ahli gizi, perawat, keluarga

Peran perawat dalam asuhan nutrisi :

  • Komunikasi dengan dokter dan ahli gizi
  • Membantu pasien saat makan
  • Menterjemahkan diet pasien
  • Observasi/follow up/evaluasi diet pasien
  • Merencanakan perawatan di rumah

 

 

 

 

 

 

Advertisements

GIZI PADA IBU NIFAS

Masa nifas (Puerpureum):

Masa setelah persalinan yang diperlukan untuk pulihnya kandungan sampai pada keadaan sebelum hamil. Masa nifas ± 6 minggu.

 

Secara umum kebutuhan gizi masa nifas meningkat ± 25%. Kegunaan :

– Proses kesembuhan pasca melahirkan

– Proses produksi ASI yang cukup.

Peningkatan asupan zat gizi tersebut dibutuhkan untuk penyembuhan luka dan kebutuhan laktasi.

 

Prinsip makanan yang dikonsumsi Ibu, harus mengandung :

  1. Sumber tenaga (energi) → Untuk pembakaran tubuh
  2. Sumber pembangun (protein) → Untuk pemeliharaan dan penggantian sel-sel yang rusak atau mati
  3. Sumber pengatur & pelindung → Untuk melindungi tubuh dari serangan penyakit & mengatur kelancaran metabolisme tubuh

 

Zat gizi yang dibutuhkan :

  • Zat kapur (Ca) Untuk pemeliharaan dan pembentukan tulang, sebagai berikut : Susu, keju, kacang-kacangan, sayuran hijau.

 

  • Penurunan cadangan protein dalam tubuh pada kasus gizi kurang atau buruk menyebabkan penurunan fungsi sel T, penurunan aktivitas fagositik dan penurunan level antibodi sehingga memicu terjadinya infeksi. Kekurangan protein juga dapat menyebabkan kegagalan sintesis kolagen dan penurunan kekuatan kulit.

 

  • Karbohidrat dan lemak juga dibutuhkan dalam sintesis kolagen.

 

  • Defisiensi asam lemak bebas dapat menyebabkan gagalnya pemulihan luka karena fosfolipid merupakan bahan dasar pembentukan membran sedangkan prostaglandin yang disintesis oleh asam lemak bebas berperan dalam metabolisme sel dan inflamasi.

 

  • Vitamin C dan vitamin A juga berperan dalam sintesis kolagen. Vitamin C akan menyebabkan kerentanan terjadinya infeksi.

 

  • Zat gizi mikro, seperti zink, zat besi, dan magnesium juga berperan dalam pemulihan luka. Defisiensi zink akan menyebabkan penurunan proliferasi fibroblast dan sintesis kolagen.

 

  • Peran magnesium dalam pemulihan luka adalah sebagai kofaktor enzim dalam sintesi kolagen.

Contoh menu untuk ibu nifas :

Pembelajaran KBKR (Gizi & Reproduksi)

Materi pembelajaran KBKR dengan sub pokok bahasan gizi dan reproduksi pada prodi D3 Kebidanan dibagi menjadi 3 pertemuan.

Pertemuan yang pertama membahas tentang konsep gizi seimbang, Pada pembelajaran ini saya menggunakan metode ceramah, dan tanya jawab.

Sedangkan pada pertemuan ke-2 saya mengambil tema gizi seimbang untuk berbagai golongan usia yaitu : gizi seimbang bayi, balita, remaja, dewasa , ibu hamil dan gizi seimbang ibu menyusui. Pada pertemuan ke-2 ini saya menggunakan metode presentasi oleh mahasiswa. Terlebih dahulu mahasiswa dibagi menjadi beberapa kelompok dalam hal ini saya bagi menjadi 6 kelompok, tiap kelompok beranggotakan 4-5 mahasiswa. Kemudian ditentukan tema untuk masing-masing kelompok dengan tema seperti tersebut diatas. Waktu presentasi diberikan maksimal 15 menit untuk tiap kelompok, dengan presenter masing-masing kelompok perwakilan 2 orang. Setelah itu dilanjutkan dengan diskusi singkat dan diakhiri dengan kesimpulan bersama. Berikut isi dari kesimpulan materi pada pertemuan ke-2 :

Sumber : https://litakafi.wordpress.com/2016/01/25/gizi-seimbang-wanita-sepanjang-daur-kehidupan/#more-13

Pertemuan ke-3 merupakan lanjutan materi dari pertemuan ke-2, yaitu praktik penyusunan menu seimbang untuk berbagai golongan usia yaitu : menu seimbang bagi bayi, balita, remaja, dewasa, ibu hamil dan ibu menyusui. Pada pertemuan ini mahasiswa masih menjadi anggota kelompok pada pertemuan ke-2 yang lalu, diberi tugas menyusun menu sesuai dengan golongan usia yang di susun sesuai dengan tema yang didapat pada pertemuan ke-2. Masing-masing kelompok membawa menu dan menyajikan di depan kelas dengan mempresentasikan sajian menu yang mereka buat. Tekniknya sama dengan presentasi yang lalu, yaitu tiap kelompok maju secara perwakilan, tiap kelompok 2 orang. Tugasnya adalah menjelaskan alasan mengapa memilih /menyusun menu seperti itu. Berikut hasul praktik menyusun menu seimbang untuk berbagai golongan usia dari mahasiswa Prodi D3 Kebidanan :

Keterangan gambar searah jarum jam dimulai dari kiri atas :

  1. Menu seimbang bayi
  2. Menu seimbang balita
  3. Menu seimbang remaja
  4. Menu seimbang ibu hamil
  5. Menu seimbang Ibu menyusui
  6. Menu seimbang dewasa

NB : Contoh menu yang disajikan pada gambar diatas merupakan hasil praktik menyusun menu untuk masing-masing golongan usia dari mahasiswa saya Prodi D3 Kebidanan Angkatan 2016 . Meski masih ada yang perlu disempurnakan, tapi sudah lumayan bagus kok!

               ===       Terimakasih mahasiswaku ====

Laporan Workshop Klinik Penyusunan Proposal Pengabmas

LAPORAN WORKSHOP

 

Judul : Workshop Klinik Penyusunan Proposal Pengabdian Masyarakat
Penyelenggara : Kopertis Wilayah VII
Tempat : BP Paud & Dikmas Jawa Timur Surabaya

Jl. Gebang Putih No 10 Sukolilo, Surabaya

Hari/Tanggal : Jumat, 17 Februari 2017
Peserta : 54 orang (dosen dari berbagai PTS di Jawa Timur)

 

Latar Belakang

Dalam rangka pembinaan dan upaya optimalisasi perolehan dana hibah Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kemristekdikti tahun 2017, dan mengingat jadwal pengunggahan usulan pengabdian kepada masyarakat pada laman simlitabmas dimulai pada awal Maret 2017. Materi yang disampaikan kepada peserta yang dilaksanakan dalam bentuk ceramah dan diskusi.

Materi          :   Ipteks Bagi Masyarakat disampaikan  Oleh dosen Universitas Airlangga Prof. Dr. Wurlina Meles

 

Pelaksanaan Workshop

Dalam pelaksanaan Workshop secara otomatis telah terjadi komunikasi antara peserta dan nara sumber yang memberikan wawasan dan motivasi kedepan tentang pentingnya peningkatan motivasi dosen untuk melakukan kegiatan pengabdian masyarakat guna meningkatkan kinerja dosen dalam bentuk Tri Dharma Perguruan Tinggi.  Adapun susunan acara pada kegiatan tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Pengantar

Kata pengantar disampaikan oleh Ka sie. Akademik dan Kemahasiswaan Kopertis 7 :  Ibu Hj. Anik, SE

Isi kata pengantar :

  • Tujuan pelaksanaan kegiatan yaitu 1) meningkatkan perolehan hibah bagi dosen PTS, 2) wadah bagi dosen untuk membentuk jejaring/sharing pengalaman yang berkaitan dengan pengabdian masyarakat
  • Jumlah peserta kurang lebih sejumlah 54 orang
  • Narasumber : Dr. Wurlina Meles  dari Universitas Airlangga (beliau adalah salah satu reviewer yang telah meningkatkan perolehan hibah di Kopertis 7

 

  1. Pembukaan

Pembukaan disampaikan oleh Sekretaris Pelaksana Kopertis 7 : Prof. Ali Maksum.

  • Kinerja dosen PT yang sebenarnya bukan hanya melakukan pendidikan dan pengajaran, melainkan ada penelitian dan pengabdian masyarakat juga. Kalau hanya mengajar tidak ada bedanya dengan seorang guru TK/SD/SMP/SMA.
  • Kinerja PT yang sebenarnya dapat ditunjukkan dengan adanya peningkatan perolehan hibah penelitian maupun pengabdian masyarakat.
  • Kinerja PT dibidang penelitian dan pengabmas masih rendah
  • Pengabmas sebenarnya mudah dilakukan karena merupakan hilirisasi dari penelitian tetapi jarang dilakukan.
  • Dari hasil workshop diharapkan dapat meningkatkan motivasi dosen untuk dapat menyusun proposal pengabdian masyarakat serta mengajak teman-teman dosen di Institusinya untuk menyusun proposal (snowball)
  • Publikasi artikel ilmiah masih rendah, sehingga diharapkan dengan melakukan pengabdian masyarakat hasilnya bisa dibuat artikel yang selanjutnya bisa dibuat artikel ilmiah untuk dapat dipublikasikan di jurnal baik nasional maupun internasional.

 

  1. Inti/penyampaian materi

Disampaikan oleh dosen Universitas Airlangga Prof. Dr. Wurlina Meles  Setelah pemaparan materi oleh narasumber, dilanjutkan tanya jawab

Materi  : terlampir

 

  1. Konsultasi/klinik penyusunan proposal pengabmas

Sebagai proses akhir dari workshop dilakukan konsultasi secara mandiri, satu persatu peserta maju sesuai dengan urutan yang sudah ditetapkan panitia untuk melakukan konsultasi kepada narasumber.

 

Hal-hal yang bisa dipelajari

Dari kegiatan Workshop yang hanya berlangsung Singkat ini, sangat berguna bagi peserta yang hadir benar-benar bisa berbagi pengalaman yang dimiliki peserta dan nara sumber untuk bisa meningkatkan kemampuan menyusun proposal pengabdian masyarakat yang pada akhirnya bisa memperoleh hibah.

 

Masalah yang dihadapi pada saat workshop

  1. Singkatnya waktu  sehingga banyak sekali masukan dan saran yang belum tersampaikan dari peserta maupun pihak penyelenggara.
  2. Kurang terkoordinasinya masalah peserta dengan pihak penyelenggara dalam hal ini tentang jumlah peserta yang hadir melebihi kuota yang sudah ditetapkan dikarenakan banyaknya peminat.
  3. Panitia kurang bisa menepati waktu sesuai undangan, karena peserta sudah banyak yang datang, tapi panitia belum datang sehingga peserta tidak bisa langsung melakukan registrasi.
  4. Waktu konsultasi kepada narasumber, memakan waktu lama, selain karena peserta nya banyak, juga karena tema yang dikonsultasikan dari masing-masing peserta beragam, jadi memakan waktu lama.
  5. Walaupun demikian workshop berjalan lancar dan tertib.

 

Rekomendasi

Secara umum rekomendasi yang disampaikan peserta adalah        :

  1. Perlunya dilakukan kegiatan yang sama dimasa yang akan datang agar proses penyusunan proposal pengabdian masyarakat oleh dosen PTS dapat meningkat dan berhasil memperoleh hibah
  2. Perlu adanya dokumen  pegangan bagi peserta karena tidak semua peserta membawa flashdisk maupun menggunakan IT
  3. Setiap peserta agar bisa mengaktualisasi kegiatan penyusunan proposal pengabdian masyarakat di lingkungan PTS masing-masing.

 

 

 

 

 

Penutup

Informasi yang dimuat dalam laporan ini merupakan rangkuman dari awal pertemuan sampai pertemuan berakhir.Saya Sebagai pembuat laporan mohon maaf apabila laporan ini jauh dari sempurna dan saya ucapkan banyak terima kasih yang tidak terhingga kepada semua pihak yang memberikan kepercayaan kepada saya untuk mengikuti kegiatan ini.

Mudah-mudahan kegiatan ini dapat bermanfaat bagi saya khususnya dan pada teman-teman dosen di STIKES Banyuwangi pada umumnya serta dapat di kembangkan sesuai dengaan tujuan kegiatan ini.

 

 

PPPM Bagian Pengabdian Masyarakat

Ketua

 

 

 

Betty Erda Y

Banyuwangi,  21 Februari 2017

 

Pembuat Laporan

 

 

Elita Endah Mawarni

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lampiran 1

MATERI

KLINIK PENYUSUNAN PROPOSAL PENGABDIAN MASYARAKAT BAGI DOSEN PTS

DI LINGKUNGAN KOPERTIS WILAYAH VII

Surabaya, 17 Februari 2017

 

Tema : Ipteks Bagi X

Jenis Ib X :

  1. Ipteks bagi Masyarakat (IbM)
  2. Ipteks bagi kewirausahaan (IbK)
  3. Ipteks bagi Produk Ekspor (Ib PE)
  4. Ipteks bagi Produk Unggulan Daerah (Ib PUD)
  5. Ipteks bagi Inovasi dan Kreativitas Kampus (IbKK)
  6. Ipteks bagi Wilayah (IbW)
  7. Ipteks bagi wilayah antara PT-CSR atau PT-PEMDA-CSR
  8. Ipteks bagi Desa Mitra (IbDM)
  9. Program Hi-Link
  10. Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM)

 

Tujuan program IbM :

  1. Membentuk /mengembangkan sekelompok masyarakat yang mandiri secara ekonomi
  2. Membantu menciptakan ketentraman dan kenyamanan dalam kehidupan bermasyarakat
  3. Meningkatkan ketrampilan berpikir, membaca, dan menulis atau ketrampilan lain yang dibutuhkan

 

Khalayak sasaran IbM :

  1. Masyarakat produktif secara ekonomi/calon wirausaha baru (usaha mikro)
  2. Masyarakat belum produktif secara ekonoms, tetapi berhasrat kuat menjadi wirausahawan
  3. Masyarakat yang tidak produktif secara ekonomi (masyarakat biasa) : kader, RT, desa, puskesmas, posyandu, polsek, kantor camat, kelurahan, dll

Luaran Program IbM :

  1. Wajib : artikel ilmiah untuk publikasi/prosiding dan media masa
  2. Tambahan : jasa, metode, model, sistem, produk/barang paten

 

Kriteria dan syarat IbM :

  1. Waktu 8 bulan
  2. Tim pelaksana maks 3 orang
  3. Dana 40 – 50 jt
  4. Hanya boleh mengusulkan satu usulan pada skema dan tahun yang sama sebagai ketua /anggota
  5. Tanda tangan harus asli
  6. Usulan IbM disimpan menjadi satu file dalam format pdf dengan ukuran maksimum 5 MB dan diberi nama Nama ketua pelaksana_PT_HIBM.pdf, unggah ke simlitabmas hardcopy dikumpulkan di PT

 

Sistematika IbM :

  1. Halaman sampul
  2. Halaman pengesahan
  3. Identitas dan uraian umum
  4. Daftar isi
  5. Ringkasan
  6. Bab 1 Pendahuluan
  7. Bab 2 Solusi dan target luaran
  8. Bab 3 Metode pelaksanaan
  9. Bab 4 Kelayaan PT
  10. Bab 5 Biaya dan jadwal kegiatan
  11. Daftar pustaka
  12. Lampiran-lampiran :
    1. Lampiran 1 justifikasi anggaran
    2. Lampiran 2 biodata ketua dan anggota
    3. Lampiran 3 Gambaran ipteks yang akan ditransfer ke mitra
    4. Lampiran 4 Peta /denah lokasi wilayah mitra
    5. Lampiran 5 Surat pernyataan kesediaan kerjasama

 

Hal-hal yang perlu diperhatikan  :

  1. Sampul : huruf Times New Roman, 1,5 spasi, kertas A4, buat sesuai format yang sudah ada, logo PT jangan diganti gambar lain, misal pengabdian tentang budidaya sapi perah, logo diganti gambar sapi
  2. Halaman pengesahan dibuat 1 halaman saja, jangan sampai 2-3 halaman
  3. Identitas dan uraian umum : dilengkapi
  4. Ringkasan :
  • Uraikan secara cermat dan singkat rencana kegiatan, tujuan dan target khusus yang ingin dicapai serta metode yang digunakan
  • Tulis indikator keberhasilan dan luarannya
  • Maks 1 hal, spasi 1, dan kata kunci maks 5 kata
  1. Bab 1-2 bisa dilihat di buku panduan edisi X

Luaran jelas : sebutkan

  1. Bab 3 metode : jelas dan terukur        bukan penelitian
    1. Uraikan metode pendekatan untuk menyelesaikan permasalahan mitra
    2. Uraikan prosedur kerja untuk mendukung realisasi metode yang ditawarkan
    3. Tulis rencana kegiatan yang menunjukkan langkah-langkah solusi atas persoalan pada kedua aspek utama
    4. Uraikan bagaimana partisipasi mitra dalam pelaksanaan program
    5. Uraikan evaluasi pelaksanaan program dan keberlanjutan program setelah selesai kegiatan IbM
    6. METODE bisa berupa : pendidikan, pendampingan, diklat, demplot, rancang bangun, pelatihan manajemen usaha, pelatihan produksi, pengobatan, dll

Bisa digunakan lebih dari satu

  1. Bab 4 Kelayaan PT
  • Kualifikasi tim pelaksana, relevansi skill tim, sinergisme tim dan pengalaman kemasyarakatan, khususnya bagi ketua tim pengusul
  • Kepakaran untuk menyelesaikan persoalan/kebutuhan mitra
  • Tulis pakar pelaksana
  1. Bab 5 Biaya dan jadwal kegiatan cukup jelas
  2. Daftar pustaka

Yang ditulis hanya yang ada dalam usulan

  1. biodata ketua dan anggota

Diisi sesuai kenyataan, kalau gak ada form jangan dihapus, kosongkan saja, jangan lupa kasih materai Rp 6000,-

  1. Gambaran Ipteks jelas : lebih baik dibuat bagan
  2. Peta/ denah lokasi ditulis juga jarak nya : 1 km, 2 km

 

 

 

2 km                                   1 km

 

 

  1. Kerjasama mitra : HARUS ADA materai Rp 6000,-
  2. Usahakan administrasi terpenuhi semua, jangan sampai proposal kita GAGAL hanya karena administrasi tidak lengkap, misal :
    1. lampiran 5 tidak ada materainya
    2. ringkasan tidak ada kata kunci nya
    3. peta/denah diberi gambar yang bagus seperti peta pada atlas, langsung copy dari internet

ini sudah langsung gagal , tidak akan diproses lebih lanjut

 

***Teruslah menyusun proposal sampai berhasil***

 

 

 

Sumber :  Materi Klinik Penyusunan Proposal Pengabdian Masyarakat bagi Dosen PTS di Lingkungan Kopertis Wilayah VII  oleh  Prof . Dr. Wurlina Meles

Surabaya, 17 Februari 2017

Materi Gizi & Diet 2

KEBUTUHAN GIZI PADA IBU MENYUSUI

 Perubahan Fisiologis ibu menyusui :

  1. Involusi rahim

Sesudah hari ke-2 persalinan, uterus mengecil dengan cepat. Involusi terjadi karena masing-masing sel menjadi lebih kecil, juga karena proses autolisis

  1. Involusi tempat placenta

Pada permulaan nifas, placenta mengandung pembuluh darah besar yang tersumbat oleh trombus. Luka bekas placenta tidak meninggalkan parut.

  1. Perubahan pembuluh darah

Setelah persalinan tidak diperlukan lagi peredaran darah yang banyak, maka arteri harus mengecil lagi.

  1. Perubahan pada serviks dan vagina

Pada serviks terbentuk sel-sel otot baru hipersalifasi ini dan karena terakhir retraksi dari serviks, robekan serviks menjadi sembuh. Vagina yang sangat regang waktu persalinan lambat laun mencapai ukurannya yang normal pada minggu ke-3.

  1. Dinding perut dan peritonium

Continue reading

KRIPIK SINGKONG ORI

Keripik sangat banyak macamnya, namun jajanan yang satu ini beda dengan yang lain, rasa, aroma dan tampilannya benar-benar masih original tanpa ada tambahan bahan makanan lain, kecuali garam dan minyak goreng. Rasanya……. Insya Allah renyaaaaah banget. Penasaran…….., coba yuk resepnya

Bahan :

  1. 500 gr singkong
  2. minyak goreng untuk menggoreng
  3. garam

Langkah : Continue reading

Penyuluhan ‘Manfaat Sarapan Pagi’ dalam Program Ayo Sarapan Bareng Mie Sedap di Beberapa SD di Banyuwangi

Program Ayo Sarapan bareng Mie Sedap merupakan program yang dilaksanakan oleh PT Kunci Mas Niagatama/ Wingsfood. Wingsfood sebagai perusahaan makanan dan minuman, mendukung pembangunan gizi di Indonesia melalui inovasi produk maupun kegiatan sosial kemasyarakatan, termasuk kampanye sarapan dan pemberian program sarapan bersama. Program ini melibatkan Siswa Sekolah Dasar (SD) sebagai sasarannya dan  menggandeng  narasumber di bidang gizi dari Insitusi Kesehatan untuk memberikan presentasi singkat tentang manfaat sarapan terutama untuk siswa-siswa SD.

Melalui program ini, Mie Sedap ikut mendukung program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang akan menghidupkan kembali Program Makanan Tambahan untuk Anak Sekolah (PMT-AS). Dalam kegiatan tersebut narasumber dibidang gizi memberikan edukasi singkat  ke sekolah-sekolah mengenai manfaat sarapan, terutama bagi anak-anak agar sehat, kuat, mampu berkonsentrasi dan meningkatkan prestasi belajar. Selain itu, untuk mencukupi kebutuhan gizi harian seperti karbohidrat, protein, dan serat. Mie Sedap juga mengajak para siswa sarapan bersama di sekolah yaitu dengan menyajikan Mie Sedap lengkap dengan sayur dan telur. Continue reading