Pembelajaran KBKR (Gizi & Reproduksi)

Materi pembelajaran KBKR dengan sub pokok bahasan gizi dan reproduksi pada prodi D3 Kebidanan dibagi menjadi 3 pertemuan.

Pertemuan yang pertama membahas tentang konsep gizi seimbang, Pada pembelajaran ini saya menggunakan metode ceramah, dan tanya jawab.

Sedangkan pada pertemuan ke-2 saya mengambil tema gizi seimbang untuk berbagai golongan usia yaitu : gizi seimbang bayi, balita, remaja, dewasa , ibu hamil dan gizi seimbang ibu menyusui. Pada pertemuan ke-2 ini saya menggunakan metode presentasi oleh mahasiswa. Terlebih dahulu mahasiswa dibagi menjadi beberapa kelompok dalam hal ini saya bagi menjadi 6 kelompok, tiap kelompok beranggotakan 4-5 mahasiswa. Kemudian ditentukan tema untuk masing-masing kelompok dengan tema seperti tersebut diatas. Waktu presentasi diberikan maksimal 15 menit untuk tiap kelompok, dengan presenter masing-masing kelompok perwakilan 2 orang. Setelah itu dilanjutkan dengan diskusi singkat dan diakhiri dengan kesimpulan bersama. Berikut isi dari kesimpulan materi pada pertemuan ke-2 :

Sumber : https://litakafi.wordpress.com/2016/01/25/gizi-seimbang-wanita-sepanjang-daur-kehidupan/#more-13

Pertemuan ke-3 merupakan lanjutan materi dari pertemuan ke-2, yaitu praktik penyusunan menu seimbang untuk berbagai golongan usia yaitu : menu seimbang bagi bayi, balita, remaja, dewasa, ibu hamil dan ibu menyusui. Pada pertemuan ini mahasiswa masih menjadi anggota kelompok pada pertemuan ke-2 yang lalu, diberi tugas menyusun menu sesuai dengan golongan usia yang di susun sesuai dengan tema yang didapat pada pertemuan ke-2. Masing-masing kelompok membawa menu dan menyajikan di depan kelas dengan mempresentasikan sajian menu yang mereka buat. Tekniknya sama dengan presentasi yang lalu, yaitu tiap kelompok maju secara perwakilan, tiap kelompok 2 orang. Tugasnya adalah menjelaskan alasan mengapa memilih /menyusun menu seperti itu. Berikut hasul praktik menyusun menu seimbang untuk berbagai golongan usia dari mahasiswa Prodi D3 Kebidanan :

Keterangan gambar searah jarum jam dimulai dari kiri atas :

  1. Menu seimbang bayi
  2. Menu seimbang balita
  3. Menu seimbang remaja
  4. Menu seimbang ibu hamil
  5. Menu seimbang Ibu menyusui
  6. Menu seimbang dewasa

NB : Contoh menu yang disajikan pada gambar diatas merupakan hasil praktik menyusun menu untuk masing-masing golongan usia dari mahasiswa saya Prodi D3 Kebidanan Angkatan 2016 . Meski masih ada yang perlu disempurnakan, tapi sudah lumayan bagus kok!

               ===       Terimakasih mahasiswaku ====

Advertisements

Laporan Workshop Klinik Penyusunan Proposal Pengabmas

LAPORAN WORKSHOP

 

Judul : Workshop Klinik Penyusunan Proposal Pengabdian Masyarakat
Penyelenggara : Kopertis Wilayah VII
Tempat : BP Paud & Dikmas Jawa Timur Surabaya

Jl. Gebang Putih No 10 Sukolilo, Surabaya

Hari/Tanggal : Jumat, 17 Februari 2017
Peserta : 54 orang (dosen dari berbagai PTS di Jawa Timur)

 

Latar Belakang

Dalam rangka pembinaan dan upaya optimalisasi perolehan dana hibah Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kemristekdikti tahun 2017, dan mengingat jadwal pengunggahan usulan pengabdian kepada masyarakat pada laman simlitabmas dimulai pada awal Maret 2017. Materi yang disampaikan kepada peserta yang dilaksanakan dalam bentuk ceramah dan diskusi.

Materi          :   Ipteks Bagi Masyarakat disampaikan  Oleh dosen Universitas Airlangga Prof. Dr. Wurlina Meles

 

Pelaksanaan Workshop

Dalam pelaksanaan Workshop secara otomatis telah terjadi komunikasi antara peserta dan nara sumber yang memberikan wawasan dan motivasi kedepan tentang pentingnya peningkatan motivasi dosen untuk melakukan kegiatan pengabdian masyarakat guna meningkatkan kinerja dosen dalam bentuk Tri Dharma Perguruan Tinggi.  Adapun susunan acara pada kegiatan tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Pengantar

Kata pengantar disampaikan oleh Ka sie. Akademik dan Kemahasiswaan Kopertis 7 :  Ibu Hj. Anik, SE

Isi kata pengantar :

  • Tujuan pelaksanaan kegiatan yaitu 1) meningkatkan perolehan hibah bagi dosen PTS, 2) wadah bagi dosen untuk membentuk jejaring/sharing pengalaman yang berkaitan dengan pengabdian masyarakat
  • Jumlah peserta kurang lebih sejumlah 54 orang
  • Narasumber : Dr. Wurlina Meles  dari Universitas Airlangga (beliau adalah salah satu reviewer yang telah meningkatkan perolehan hibah di Kopertis 7

 

  1. Pembukaan

Pembukaan disampaikan oleh Sekretaris Pelaksana Kopertis 7 : Prof. Ali Maksum.

  • Kinerja dosen PT yang sebenarnya bukan hanya melakukan pendidikan dan pengajaran, melainkan ada penelitian dan pengabdian masyarakat juga. Kalau hanya mengajar tidak ada bedanya dengan seorang guru TK/SD/SMP/SMA.
  • Kinerja PT yang sebenarnya dapat ditunjukkan dengan adanya peningkatan perolehan hibah penelitian maupun pengabdian masyarakat.
  • Kinerja PT dibidang penelitian dan pengabmas masih rendah
  • Pengabmas sebenarnya mudah dilakukan karena merupakan hilirisasi dari penelitian tetapi jarang dilakukan.
  • Dari hasil workshop diharapkan dapat meningkatkan motivasi dosen untuk dapat menyusun proposal pengabdian masyarakat serta mengajak teman-teman dosen di Institusinya untuk menyusun proposal (snowball)
  • Publikasi artikel ilmiah masih rendah, sehingga diharapkan dengan melakukan pengabdian masyarakat hasilnya bisa dibuat artikel yang selanjutnya bisa dibuat artikel ilmiah untuk dapat dipublikasikan di jurnal baik nasional maupun internasional.

 

  1. Inti/penyampaian materi

Disampaikan oleh dosen Universitas Airlangga Prof. Dr. Wurlina Meles  Setelah pemaparan materi oleh narasumber, dilanjutkan tanya jawab

Materi  : terlampir

 

  1. Konsultasi/klinik penyusunan proposal pengabmas

Sebagai proses akhir dari workshop dilakukan konsultasi secara mandiri, satu persatu peserta maju sesuai dengan urutan yang sudah ditetapkan panitia untuk melakukan konsultasi kepada narasumber.

 

Hal-hal yang bisa dipelajari

Dari kegiatan Workshop yang hanya berlangsung Singkat ini, sangat berguna bagi peserta yang hadir benar-benar bisa berbagi pengalaman yang dimiliki peserta dan nara sumber untuk bisa meningkatkan kemampuan menyusun proposal pengabdian masyarakat yang pada akhirnya bisa memperoleh hibah.

 

Masalah yang dihadapi pada saat workshop

  1. Singkatnya waktu  sehingga banyak sekali masukan dan saran yang belum tersampaikan dari peserta maupun pihak penyelenggara.
  2. Kurang terkoordinasinya masalah peserta dengan pihak penyelenggara dalam hal ini tentang jumlah peserta yang hadir melebihi kuota yang sudah ditetapkan dikarenakan banyaknya peminat.
  3. Panitia kurang bisa menepati waktu sesuai undangan, karena peserta sudah banyak yang datang, tapi panitia belum datang sehingga peserta tidak bisa langsung melakukan registrasi.
  4. Waktu konsultasi kepada narasumber, memakan waktu lama, selain karena peserta nya banyak, juga karena tema yang dikonsultasikan dari masing-masing peserta beragam, jadi memakan waktu lama.
  5. Walaupun demikian workshop berjalan lancar dan tertib.

 

Rekomendasi

Secara umum rekomendasi yang disampaikan peserta adalah        :

  1. Perlunya dilakukan kegiatan yang sama dimasa yang akan datang agar proses penyusunan proposal pengabdian masyarakat oleh dosen PTS dapat meningkat dan berhasil memperoleh hibah
  2. Perlu adanya dokumen  pegangan bagi peserta karena tidak semua peserta membawa flashdisk maupun menggunakan IT
  3. Setiap peserta agar bisa mengaktualisasi kegiatan penyusunan proposal pengabdian masyarakat di lingkungan PTS masing-masing.

 

 

 

 

 

Penutup

Informasi yang dimuat dalam laporan ini merupakan rangkuman dari awal pertemuan sampai pertemuan berakhir.Saya Sebagai pembuat laporan mohon maaf apabila laporan ini jauh dari sempurna dan saya ucapkan banyak terima kasih yang tidak terhingga kepada semua pihak yang memberikan kepercayaan kepada saya untuk mengikuti kegiatan ini.

Mudah-mudahan kegiatan ini dapat bermanfaat bagi saya khususnya dan pada teman-teman dosen di STIKES Banyuwangi pada umumnya serta dapat di kembangkan sesuai dengaan tujuan kegiatan ini.

 

 

PPPM Bagian Pengabdian Masyarakat

Ketua

 

 

 

Betty Erda Y

Banyuwangi,  21 Februari 2017

 

Pembuat Laporan

 

 

Elita Endah Mawarni

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lampiran 1

MATERI

KLINIK PENYUSUNAN PROPOSAL PENGABDIAN MASYARAKAT BAGI DOSEN PTS

DI LINGKUNGAN KOPERTIS WILAYAH VII

Surabaya, 17 Februari 2017

 

Tema : Ipteks Bagi X

Jenis Ib X :

  1. Ipteks bagi Masyarakat (IbM)
  2. Ipteks bagi kewirausahaan (IbK)
  3. Ipteks bagi Produk Ekspor (Ib PE)
  4. Ipteks bagi Produk Unggulan Daerah (Ib PUD)
  5. Ipteks bagi Inovasi dan Kreativitas Kampus (IbKK)
  6. Ipteks bagi Wilayah (IbW)
  7. Ipteks bagi wilayah antara PT-CSR atau PT-PEMDA-CSR
  8. Ipteks bagi Desa Mitra (IbDM)
  9. Program Hi-Link
  10. Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM)

 

Tujuan program IbM :

  1. Membentuk /mengembangkan sekelompok masyarakat yang mandiri secara ekonomi
  2. Membantu menciptakan ketentraman dan kenyamanan dalam kehidupan bermasyarakat
  3. Meningkatkan ketrampilan berpikir, membaca, dan menulis atau ketrampilan lain yang dibutuhkan

 

Khalayak sasaran IbM :

  1. Masyarakat produktif secara ekonomi/calon wirausaha baru (usaha mikro)
  2. Masyarakat belum produktif secara ekonoms, tetapi berhasrat kuat menjadi wirausahawan
  3. Masyarakat yang tidak produktif secara ekonomi (masyarakat biasa) : kader, RT, desa, puskesmas, posyandu, polsek, kantor camat, kelurahan, dll

Luaran Program IbM :

  1. Wajib : artikel ilmiah untuk publikasi/prosiding dan media masa
  2. Tambahan : jasa, metode, model, sistem, produk/barang paten

 

Kriteria dan syarat IbM :

  1. Waktu 8 bulan
  2. Tim pelaksana maks 3 orang
  3. Dana 40 – 50 jt
  4. Hanya boleh mengusulkan satu usulan pada skema dan tahun yang sama sebagai ketua /anggota
  5. Tanda tangan harus asli
  6. Usulan IbM disimpan menjadi satu file dalam format pdf dengan ukuran maksimum 5 MB dan diberi nama Nama ketua pelaksana_PT_HIBM.pdf, unggah ke simlitabmas hardcopy dikumpulkan di PT

 

Sistematika IbM :

  1. Halaman sampul
  2. Halaman pengesahan
  3. Identitas dan uraian umum
  4. Daftar isi
  5. Ringkasan
  6. Bab 1 Pendahuluan
  7. Bab 2 Solusi dan target luaran
  8. Bab 3 Metode pelaksanaan
  9. Bab 4 Kelayaan PT
  10. Bab 5 Biaya dan jadwal kegiatan
  11. Daftar pustaka
  12. Lampiran-lampiran :
    1. Lampiran 1 justifikasi anggaran
    2. Lampiran 2 biodata ketua dan anggota
    3. Lampiran 3 Gambaran ipteks yang akan ditransfer ke mitra
    4. Lampiran 4 Peta /denah lokasi wilayah mitra
    5. Lampiran 5 Surat pernyataan kesediaan kerjasama

 

Hal-hal yang perlu diperhatikan  :

  1. Sampul : huruf Times New Roman, 1,5 spasi, kertas A4, buat sesuai format yang sudah ada, logo PT jangan diganti gambar lain, misal pengabdian tentang budidaya sapi perah, logo diganti gambar sapi
  2. Halaman pengesahan dibuat 1 halaman saja, jangan sampai 2-3 halaman
  3. Identitas dan uraian umum : dilengkapi
  4. Ringkasan :
  • Uraikan secara cermat dan singkat rencana kegiatan, tujuan dan target khusus yang ingin dicapai serta metode yang digunakan
  • Tulis indikator keberhasilan dan luarannya
  • Maks 1 hal, spasi 1, dan kata kunci maks 5 kata
  1. Bab 1-2 bisa dilihat di buku panduan edisi X

Luaran jelas : sebutkan

  1. Bab 3 metode : jelas dan terukur        bukan penelitian
    1. Uraikan metode pendekatan untuk menyelesaikan permasalahan mitra
    2. Uraikan prosedur kerja untuk mendukung realisasi metode yang ditawarkan
    3. Tulis rencana kegiatan yang menunjukkan langkah-langkah solusi atas persoalan pada kedua aspek utama
    4. Uraikan bagaimana partisipasi mitra dalam pelaksanaan program
    5. Uraikan evaluasi pelaksanaan program dan keberlanjutan program setelah selesai kegiatan IbM
    6. METODE bisa berupa : pendidikan, pendampingan, diklat, demplot, rancang bangun, pelatihan manajemen usaha, pelatihan produksi, pengobatan, dll

Bisa digunakan lebih dari satu

  1. Bab 4 Kelayaan PT
  • Kualifikasi tim pelaksana, relevansi skill tim, sinergisme tim dan pengalaman kemasyarakatan, khususnya bagi ketua tim pengusul
  • Kepakaran untuk menyelesaikan persoalan/kebutuhan mitra
  • Tulis pakar pelaksana
  1. Bab 5 Biaya dan jadwal kegiatan cukup jelas
  2. Daftar pustaka

Yang ditulis hanya yang ada dalam usulan

  1. biodata ketua dan anggota

Diisi sesuai kenyataan, kalau gak ada form jangan dihapus, kosongkan saja, jangan lupa kasih materai Rp 6000,-

  1. Gambaran Ipteks jelas : lebih baik dibuat bagan
  2. Peta/ denah lokasi ditulis juga jarak nya : 1 km, 2 km

 

 

 

2 km                                   1 km

 

 

  1. Kerjasama mitra : HARUS ADA materai Rp 6000,-
  2. Usahakan administrasi terpenuhi semua, jangan sampai proposal kita GAGAL hanya karena administrasi tidak lengkap, misal :
    1. lampiran 5 tidak ada materainya
    2. ringkasan tidak ada kata kunci nya
    3. peta/denah diberi gambar yang bagus seperti peta pada atlas, langsung copy dari internet

ini sudah langsung gagal , tidak akan diproses lebih lanjut

 

***Teruslah menyusun proposal sampai berhasil***

 

 

 

Sumber :  Materi Klinik Penyusunan Proposal Pengabdian Masyarakat bagi Dosen PTS di Lingkungan Kopertis Wilayah VII  oleh  Prof . Dr. Wurlina Meles

Surabaya, 17 Februari 2017

Materi Gizi & Diet 2

KEBUTUHAN GIZI PADA IBU MENYUSUI

 Perubahan Fisiologis ibu menyusui :

  1. Involusi rahim

Sesudah hari ke-2 persalinan, uterus mengecil dengan cepat. Involusi terjadi karena masing-masing sel menjadi lebih kecil, juga karena proses autolisis

  1. Involusi tempat placenta

Pada permulaan nifas, placenta mengandung pembuluh darah besar yang tersumbat oleh trombus. Luka bekas placenta tidak meninggalkan parut.

  1. Perubahan pembuluh darah

Setelah persalinan tidak diperlukan lagi peredaran darah yang banyak, maka arteri harus mengecil lagi.

  1. Perubahan pada serviks dan vagina

Pada serviks terbentuk sel-sel otot baru hipersalifasi ini dan karena terakhir retraksi dari serviks, robekan serviks menjadi sembuh. Vagina yang sangat regang waktu persalinan lambat laun mencapai ukurannya yang normal pada minggu ke-3.

  1. Dinding perut dan peritonium

Continue reading

KRIPIK SINGKONG ORI

Keripik sangat banyak macamnya, namun jajanan yang satu ini beda dengan yang lain, rasa, aroma dan tampilannya benar-benar masih original tanpa ada tambahan bahan makanan lain, kecuali garam dan minyak goreng. Rasanya……. Insya Allah renyaaaaah banget. Penasaran…….., coba yuk resepnya

Bahan :

  1. 500 gr singkong
  2. minyak goreng untuk menggoreng
  3. garam

Langkah : Continue reading

Penyuluhan ‘Manfaat Sarapan Pagi’ dalam Program Ayo Sarapan Bareng Mie Sedap di Beberapa SD di Banyuwangi

Program Ayo Sarapan bareng Mie Sedap merupakan program yang dilaksanakan oleh PT Kunci Mas Niagatama/ Wingsfood. Wingsfood sebagai perusahaan makanan dan minuman, mendukung pembangunan gizi di Indonesia melalui inovasi produk maupun kegiatan sosial kemasyarakatan, termasuk kampanye sarapan dan pemberian program sarapan bersama. Program ini melibatkan Siswa Sekolah Dasar (SD) sebagai sasarannya dan  menggandeng  narasumber di bidang gizi dari Insitusi Kesehatan untuk memberikan presentasi singkat tentang manfaat sarapan terutama untuk siswa-siswa SD.

Melalui program ini, Mie Sedap ikut mendukung program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang akan menghidupkan kembali Program Makanan Tambahan untuk Anak Sekolah (PMT-AS). Dalam kegiatan tersebut narasumber dibidang gizi memberikan edukasi singkat  ke sekolah-sekolah mengenai manfaat sarapan, terutama bagi anak-anak agar sehat, kuat, mampu berkonsentrasi dan meningkatkan prestasi belajar. Selain itu, untuk mencukupi kebutuhan gizi harian seperti karbohidrat, protein, dan serat. Mie Sedap juga mengajak para siswa sarapan bersama di sekolah yaitu dengan menyajikan Mie Sedap lengkap dengan sayur dan telur. Continue reading

Penelitian Dosen STIKES Banyuwangi dengan Pandanaan Bappeda Kabupaten Banyuwangi

Salah satu tugas dosen adalah meneliti. Suatu tugas yang berat tentunya. Karena dosen harus melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi: pertama yaitu melaksanakan pendidikan dan pengajaran, termasuk didalamnya adalah melaksanakan perkuliahan, membimbing dan menguji, serta menyelenggarakan pendidikan di laboratorium maupun praktek. Tugas yang kedua adalah melaksanakan penelitian, yang meliputi kegiatan menghasilkan karya ilmiah, menerjemahkan/ menyadur buku ilmiah, dan mengedit/ menyunting karya ilmiah. Selain itu masih ada tugas yang ketiga yang menjadi kewajiban seorang dosen yaitu  melaksanakan pengabdian pada masyarakat. Kalau mengacu kepada standard kompentensi akademik STIKES Banyuwangi, dosen diwajibkan meneliti satu kali dalam satu tahun. Dalam perjalanan waktu, standard kompetensi ini sulit dipenuhi oleh dosen. Sebab tidak semua dosen di STIKES Banyuwangi mampu menyusun proposal penelitian dikarenakan banyaknya tugas  yang diembannya tadi, serta kurangnya support dan pengertian  dosen sendiri tentang kewajiban tersebut, sehingga dari kegiatan penelitian ini mereka belum mampu mendapatkan dana penelitian, baik dari STIKES sendiri, Dikti, Bappeda, Institusi lain maupun kerjasama. Dana-dana tersebut harus diperoleh melalui persaingan yang cukup ketat, sehingga tidak semua dosen mendapat dana penelitian. Continue reading

Materi Gizi dan Diet 1

BAB I

KONSEP DASAR ILMU GIZI

 Pengertian

 Gizi/Nutrisi

: Makanan dan zat gizi dalam makanan yang berguna bagi kesehatan
Zat gizi/ nutrient : Zat-zat makanan yang terkandung dalam suatu bahan pangan yang dapat dimanfaatkan oleh tubuh
Makanan : Bahan selain obat yang jika dimakan, dicerna, diserap oleh tubuh akan berguna bagi tubuh
Diit : –          Makanan sehari-hari

–          Makanan yang dimakan dengan aturan tertentu

–          Makanan yang ditentukan macam dan jumlahnya untuk memenuhi kebutuhan gizi dengan kepentingan penyakit tertentu

Ilmu diit/dietetika : Cabang ilmu gizi yang mengatur pemberian makanan seseorang/kelompok orang sehat/sakit denganmemperhatikan syarat zat gizi dan sosial ekonomi
  1. Sejarah Perkembangan Ilmu Gizi
  2. Luar negeri
  3. Hipocrates (Yunani 460 M)

Continue reading